PKS dalam berita

Liputan6.com, Jakarta: Mantan Anggota DPR Pemilu 2004 silam dari Partai Keadilan Sejahtera Rama Pratama diduga terlibat  dalam kasus dugaan Korupsi dan Pencucian Uang dengan tersangka mantan  pegawai Dirjen Pajak Dhana Widyatmika.

Dari pemeriksaan tim penyidik terhadap saksi-saksi yang dihadirkan menyebutkan bahwa Rama di duga menerima aliran uang haram milik tersangka pegawai golongan III C Dirjen pajak itu.

“ya memang seperti yang sudah diberitakan ada memang (aliran uang itu). Keterangan dari anak buahnya (Rama) yang sudah kita periksa katanya bisnis,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Arnold Angkouw di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Selasa (17/4) malam.

Tambah, Arnold dirinya mengaku lupa hubungan bisnis antara Dhana dan Rama. Meski diduga Dhana sempat mengalirkan uangnya ke PT Sangha Poros Capital (PT SPC) yang diduga perusahaan dibidang Investasi milik Rama itu. “Aduh saya lupa (hubungan bisnis antara Rama dan Dhana),” singkat Arnold.

Bahkan mantan Direktur Penututan Jampidsus itu belum memprioritaskan untuk memeriksa Rama, padahal pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap anak buah Rama dari PT SPC tersebut. “Belum sampai ke sana nantilah itu belum begitu prioritas,” ucap Arnold.

Bahkan, Arnold enggan membeberkan adanya modus baru yang ditemukan penyidik dalam kasus ini, padahal sebelumnya Arnold berjanji akan membeberkan penyandang uang tersebut.

Mantan anggota DPR Rama Pratama, diduga menerima uang dari Dhana pada 2009-2010. Rama saat bekerja di Badan Supervisi Bank Indonesia. Dhana mengirim Rp170 juta kepada Rama dalam tiga tahap. Rama sempat mengirim kembali uang ke rekening Dhana senilai Rp91 juta melalui perusahaan investasi milik Rama, PT SPC.

Sebelumnya tim penyidik sempat menahan seorang saksi yang notabene selaku konsultan pajak, yang diduga terlibat dalam aliran uang kepada Dhana. Meski demikian, penyidik membebaskan yang bersangkutan karena dinilai kooporatif. “Dia konsultan pajak, tapi dia memang masih saksi,” kata Arnold.

Seperti diketahui, Kejaksaan telah menetapkan tersangka baru dalam kasus yang membelit kepemilikan rekening gendut PNS Dirjen Pajak Golongan III itu, yakni tersangka mantan atasa Dhana, Firman (F), yang merupakan Kepala Seksi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pancoran, Jakarta Selatan, sewaktu Dhana bekerja pada tahun 2006.

Firman dijerat dengan pasal 12 huruf j UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, diduga menerima aliran dana dari perusahaan wajib pajak PT Kornet Trans Utama (KTU) sewaktu Dhana memimpin pemeriksaan wajib pajak PT KTU. (ARI)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s